Aceh Utara - Di bawah terik cuaca cerah, personel Satgas Jembatan Yonzipur 5/ABW BKO Kodam IM terus berjibaku dalam penanganan darurat bencana alam di Desa Matang Puntong, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Senin (16/2/2026).
Pembangunan jembatan Bailey Tipe 3-1 sepanjang 7 petak ini menjadi prioritas utama untuk memulihkan akses transportasi warga yang sempat terhambat. Semangat gotong royong tampak jelas saat para prajurit bahu-membahu merakit rangka baja jembatan demi mempercepat proses normalisasi wilayah.
Kegiatan yang dipimpin oleh Sertu Kasianto ini melibatkan 24 personel gabungan, terdiri dari 18 orang anggota Yonzipur 5 dan 6 orang anggota Yonzipur 6. Tidak ketinggalan, Babinsa Koramil 09/Seunuddon Kodim 0103/Aceh Utara turut turun langsung ke lapangan membantu mengangkat material baja berat bersama para prajurit zipur. Kerja sama lintas satuan ini menjadi bukti nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan rakyat pasca bencana alam.
Dalam rincian kegiatan hari ini, tim memulai pengerjaan dengan pengecekan mendalam terhadap personel dan materiil guna memastikan keamanan kerja. Pekerjaan utama difokuskan pada perakitan komponen jembatan dengan dukungan satu unit alat berat Excavator Pindad 140.
Ketelitian dalam pemasangan baut dan penyusunan lantai baja menjadi kunci utama agar struktur jembatan Bailey ini mampu menahan beban kendaraan dengan aman saat dioperasikan nanti.
Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan darurat di Desa Matang Puntong tersebut telah mencapai angka signifikan sebesar 60%. Dengan capaian tersebut, tim optimis pengerjaan akan terus meningkat dan rampung tepat waktu.
Keberhasilan pemasangan jembatan ini diharapkan dapat segera menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Kecamatan Seunuddon yang terdampak bencana.
