Aceh Utara - Satgas Jembatan Yonzipur 5/ABW BKO Kodam Iskandar Muda terus menggenjot pekerjaan penimbunan tanah (oprit) pada pemasangan Jembatan Bailey di Desa Matang Puntong, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (17/2/2026).
Tahapan ini menjadi langkah penting agar jembatan aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat pascabencana banjir.
Di lapangan, personel TNI terlihat fokus melakukan penimbunan dan perataan tanah di sisi masuk dan keluar jembatan. Oprit dibentuk secara bertahap dan dipadatkan guna menciptakan transisi yang landai, sehingga kendaraan dapat melintas dengan stabil tanpa risiko tergelincir atau amblas.
Seluruh kegiatan berada di bawah kendali Kodim 0103/Aceh Utara melalui Koramil 09/Seunuddon. Babinsa setempat turut memantau langsung proses pengerjaan, memastikan setiap tahapan penimbunan mengikuti standar keselamatan konstruksi dan sesuai dengan kondisi medan pascabanjir.
Pekerjaan pemasangan Jembatan Bailey tipe 3–1 sepanjang 7 petak ini dilaksanakan oleh 24 personel Yonzipur 5/ABW di bawah pimpinan Sertu Kasianto, terdiri dari 18 personel Yonzipur 5 dan 6 personel Yonzipur 6. Untuk mempercepat penimbunan dan pemadatan tanah, satu unit alat berat ekskavator Pindad 140 dikerahkan secara optimal.
Kondisi cuaca yang cerah sangat mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan. Dengan dukungan cuaca dan koordinasi yang solid, proses penimbunan oprit dapat dilakukan secara maksimal demi menjamin keamanan pengguna jembatan.
Hingga saat ini, progres pemasangan Jembatan Bailey telah mencapai sekitar 90 persen. Satgas Yonzipur 5/ABW berkomitmen menuntaskan pekerjaan dalam waktu dekat agar jembatan segera difungsikan dan akses transportasi warga Aceh Utara kembali normal pascabencana banjir.
