Aceh Utara - Hujan deras yang berlangsung beberapa hari terakhir menyebabkan banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Lapang. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Babinsa dan aparat terkait yang langsung turun ke lapangan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Rabu (26/11/2025).
Desa Keureutoe menjadi wilayah dengan dampak paling berat, dengan ketinggian air mencapai 30–50 cm. Sekitar 50 KK terdampak, dan sebanyak 15 KK atau 48 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pendataan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan seluruh warga terakomodasi dengan baik.
Babinsa yang berada di lokasi menyebutkan bahwa pemantauan dilakukan secara berkala mengingat Keureutoe menjadi titik paling parah. Perkembangan debit air terus dicatat untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Sementara itu, Desa Lueng Baro turut tergenang dengan ketinggian air 30–40 cm dan berdampak pada 25 KK. Meski demikian, warga masih bertahan di rumah masing-masing, namun aparat tetap disiagakan jika kondisi air meningkat.
Desa Geulanggang Baro juga mengalami banjir dengan ketinggian sekitar 40 cm. Sebanyak 30 KK terdampak, namun belum ada warga yang mengungsi. Situasi di wilayah tersebut masih terus diamati Babinsa dan perangkat desa.
Di Desa Matang Tunong, banjir setinggi 30–40 cm menyebabkan 6 KK terdampak. Walaupun lebih ringan dibanding desa lain, Babinsa tetap melaksanakan pengecekan rutin untuk memastikan keselamatan warga dan kondisi lingkungan.
Selain merendam permukiman, banjir turut berdampak pada sektor pertanian dan perikanan. Lahan pesemaian benih padi seluas 86 hektare serta tambak udang dan ikan seluas 56 hektare ikut terendam, yang dikhawatirkan memengaruhi mata pencaharian masyarakat jika genangan berlangsung lama.
Dalam upaya penanganan, Babinsa membantu proses evakuasi, berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penyaluran bantuan masa panik, mendirikan posko banjir di desa-desa terdampak, dan mengaktifkan dapur umum darurat bagi warga. Pemantauan dan penanganan terus dilakukan hingga kondisi berangsur normal.
Danpos Ramil Lapang menegaskan bahwa pihaknya bersama aparatur desa terus memantau perkembangan banjir, membantu warga yang terdampak, dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan di seluruh wilayah Kecamatan Lapang.
