Aceh Utara - Meunasah Desa Nibong Baroh, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara, Rabu, (26/11/2025), menjadi saksi perhelatan akbar yang sarat makna. Masyarakat, tokoh ulama, dan pimpinan daerah berkumpul dalam kegiatan Silaturahmi, Doa Bersama, dan Santunan Anak Yatim yang berlangsung penuh kehangatan.
Acara istimewa ini menjadi momentum bagi semua elemen untuk merajut kembali tali persaudaraan, mendoakan kedamaian wilayah, sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di desa setempat.
Antusiasme terlihat dari kehadiran berbagai tokoh penting yang menunjukkan kuatnya sinergi antara mantan kombatan, pemerintah sipil, TNI, dan Polri dalam membangun harmoni daerah.Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Panglima KPA Wilayah Pase, Bapak Fauzi Yusuf, bersama para Panglima KPA Sagoe, serta tokoh agama terkemuka Abati Abi Imum Chik. Dari unsur pemerintah dan keamanan, tampak hadir Camat Nibong, Bapak Zulfikar Abdullah dan anggota, yang bersinergi dengan perwakilan Danramil Nibong, Batuud Serma Suhada Putra dan anggota, serta perwakilan Kapolsek Nibong, Aipda Julbahri dan anggota. Tuan rumah, Geuchik Desa Nibong Baroh Bapak Rajali, turut menyambut hangat seluruh undangan dan masyarakat desa.
Inti acara adalah pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Abati Abi Imum Chik, memohon keselamatan dan keberkahan bagi Aceh Utara. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim.
Camat Nibong, Bapak Zulfikar Abdullah, menyampaikan, "Kegiatan ini adalah wujud nyata dari kepedulian kita. Dengan berkumpulnya semua unsur, mulai dari KPA, ulama, hingga TNI/Polri dan pemerintah, menunjukkan bahwa kita satu hati dalam membangun Nibong dan menjaga kedamaian, terutama dalam membahagiakan anak-anak kita."
Senyum sumringah anak-anak yatim yang menerima santunan menjadi puncak kebahagiaan acara tersebut. Santunan ini diharapkan dapat memberikan semangat baru dan meringankan beban mereka menjelang akhir tahun.
Geuchik Desa Nibong Baroh, Bapak Rajali, menutup acara dengan harapan agar kegiatan positif serupa dapat terus terlaksana secara rutin, memperkuat persatuan, dan menjadikan Meunasah sebagai pusat kegiatan spiritual dan sosial masyarakat.
