Aceh Utara - Meski malam mulai larut, proses finishing rehabilitasi Jembatan Gantung di Dusun Lhok Drien, Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Babinsa Koramil 19/Sawang Kodim 0103/Aceh Utara, Dedi Kakris, terlihat turun langsung memantau sekaligus membantu pengecatan lantai jembatan bersama warga. Selasa (26/5/2026).
Jembatan sepanjang 82 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut menjadi akses penghubung penting antara Dusun Lhok Drien dan Alu Suke Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang. Kehadiran jembatan ini sangat membantu aktivitas masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian.
Danramil 19/Sawang Kapten Inf Syamsul Hamdani mengatakan rehabilitasi jembatan dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, akses transportasi yang baik akan sangat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga di pedalaman.
Di lapangan, Babinsa Koramil 19/Sawang, Dedi Kakris, turut aktif memantau proses akhir pengerjaan jembatan hingga malam hari. Pada tahap finishing dilakukan pengecatan lantai jembatan guna memperkuat konstruksi sekaligus memperindah tampilan jembatan gantung tersebut agar lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat.
Selain memiliki panjang 82 meter, jembatan ini juga dilengkapi abutment dengan panjang 2 meter, lebar 4 meter dan tinggi 3 meter. Saat ini progres pengerjaan telah mencapai 100 persen dan jembatan sudah siap dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.
Kapten Inf Syamsul Hamdani berharap keberadaan jembatan gantung tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta mempererat hubungan antarwilayah di Kecamatan Sawang. Warga setempat juga mengaku senang karena akses penghubung yang sebelumnya rusak kini kembali aman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
