Aceh Utara - Dari kejauhan, warna merah putih di pagar Jembatan Gantung Lhok Drien mulai mencuri perhatian warga di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang. Di atas bentangan jembatan sepanjang 82 meter itu, Babinsa Koramil 19/Sawang Kodim 0103/Aceh Utara, Serda Dedi Kakris, bersama warga tampak sibuk menyelesaikan tahap akhir rehab jembatan yang menjadi akses penting masyarakat sehari-hari. Jumat (22/5/2026).
Suara mesin bor dan alat las terdengar bersahutan di atas lantai jembatan. Beberapa warga terlihat memasang baut plat lantai, sementara lainnya merapikan pagar pembatas agar konstruksi semakin kuat dan aman dilalui. Di tengah aktivitas tersebut, Serda Dedi Kakris ikut turun langsung memastikan setiap bagian pengerjaan berjalan dengan baik.
Perlahan, wajah baru jembatan penghubung Dusun Lhok Drien dan Alue Suke, Desa Teupin Reusep, mulai terlihat jelas. Dengan progres mencapai 80 persen, pengerjaan kini difokuskan pada pengelasan leger, pemasangan plat lantai, serta penyempurnaan konstruksi sebelum nantinya digunakan penuh oleh masyarakat.
“Jembatan ini nantinya sangat penting untuk aktivitas warga, termasuk anak-anak yang berangkat sekolah dan masyarakat yang setiap hari melintas untuk bekerja maupun ke kebun. Karena itu pengerjaannya harus benar-benar kuat dan aman,” ujar Serda Dedi Kakris di sela kegiatan.
Warga sekitar menyambut gembira perkembangan rehab jembatan tersebut. Mereka berharap kehadiran jembatan yang lebih kokoh dapat mempermudah akses pendidikan anak-anak serta memperlancar aktivitas sehari-hari masyarakat antar dusun di wilayah Kecamatan Sawang.
