Aceh Utara - Akselerasi pembangunan infrastruktur penghubung di pedalaman terus dipacu oleh jajaran Kodim 0103/Aceh Utara. Melalui Koramil 19/Sawang, Babinsa Kopda Riliandika secara intensif mengawal langsung jalannya pengerjaan fisik Jembatan Perintis di Desa Rambong Payong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Selasa (26/5/2026).
Jembatan gantung ini dirancang khusus untuk memotong keterisolasian geografis yang selama ini membatasi ruang gerak warga. Kehadiran infrastruktur vital ini nantinya akan mengintegrasikan mobilitas penduduk di Desa Lhok Bayu, Krueng Baro, dan Lhok Gajah di Kecamatan Sawang, sekaligus menjadi jalur alternatif strategis yang menghubungkan langsung ke Kecamatan Makmur di Kabupaten Bireuen.
Babinsa Kopda Riliandika menyampaikan, memasuki fase awal konstruksi, progres pengerjaan fisik di lapangan saat ini tercatat telah mencapai angka 12,8 persen. Tim di lapangan tengah memfokuskan pengerjaan pada bagian struktural paling krusial, yakni penggalian tanah yang dilanjutkan dengan pemasangan cakar ayam serta perakitan besi tulangan beton untuk tiang pondasi utama agar bangunan memiliki daya tahan maksimal.
Berdasarkan data teknis bentangan topografi, jembatan gantung ini akan dibangun sepanjang 97 meter dengan lebar lajur kendaraan 2,4 meter, serta menggantung setinggi 14 meter di atas permukaan sungai. Konstruksi utama tersebut akan ditopang oleh abutment beton masif yang memiliki spesifikasi panjang 2,2 meter, lebar 4 meter, dan tinggi mencapai 3 meter.
Kehadiran personel Babinsa dalam memantau langsung setiap tahapan pengerjaan menjadi bukti komitmen kuat TNI dalam menyukseskan program pembangunan daerah. Jika proyek konektivitas ini rampung, jembatan ini dipastikan akan menjadi urat nadi baru yang mendongkrak sektor perekonomian, memperlancar distribusi hasil bumi, serta mempererat hubungan sosial antarwarga kedua kabupaten.
